GAYO LUES | Sosok Dea Arranoya, putri pejabat Gayo Lues, Aceh, Nevi Rizal, menjadi perhatian publik setelah sejumlah unggahan di media sosial memperlihatkan gaya hidup mewah dan dugaan penimbunan bensin di rumah orang tuanya. Peristiwa ini menyeruak ke permukaan setelah Dea membagikan sejumlah momen pribadi di akun Instagram yang menampilkan perjalanan liburan ke luar negeri, kemudahan akses pendidikan, hingga deretan jerigen berisi bahan bakar di garasi rumah.
Perhatian masyarakat semakin besar lantaran Dea secara terbuka menyebut kemampuannya menikmati pendidikan kedokteran dan kehidupan nyaman berkat dukungan finansial dari sang ayah, yang kini menjabat sebagai Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat di Pemerintah Kabupaten Gayo Lues. Sebelumnya, Nevi Rizal diketahui pernah menjabat Pelaksana Tugas Sekda Gayo Lues.
Rangkaian unggahan Dea yang mempertontonkan kepemilikan barang mewah dan aktivitas keluarga di luar negeri mendapat respons tajam dari warganet. Dalam salah satu postingannya, Dea menuliskan kalimat percaya diri yang menyinggung perbandingan dengan kehidupan orang lain, memperkuat kesan flexing yang ditampilkan. Tak hanya itu, postingan lain juga memperlihatkan deretan puluhan jerigen yang diklaim sebagai persediaan bensin milik keluarga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tindakan tersebut mengundang keresahan, terutama mengingat kondisi masyarakat Gayo Lues yang tengah berupaya bangkit dari sejumlah bencana dan tantangan ekonomi. Banyak pihak menilai aksi pamer tersebut kurang empati dan tidak sensitif terhadap situasi sosial di daerah.
Sebagaimana dikutip dari Tribun-Medan.com, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan atau klarifikasi resmi dari Nevi Rizal terkait kontroversi yang melibatkan keluarganya. Masyarakat serta beberapa tokoh pemerhati publik daerah mendesak adanya penjelasan, mengingat posisi Nevi Rizal sebagai pejabat aktif di lingkungan pemerintahan setempat.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya sikap bijak dalam menggunakan media sosial, terutama bagi keluarga pejabat publik, agar setiap aktivitas yang dipublikasikan tetap memperhatikan kondisi dan perasaan masyarakat luas. Saat ini, publik masih menunggu langkah lanjutan dan klarifikasi dari pihak terkait guna meredakan polemik yang terjadi. (*)


























