Liga SSB U-17 “Sultan Fatah Cup” 2026: Wadah Pembinaan dan Pemersatu Generasi Muda

JAKARATA UPDATE

- Redaksi

Selasa, 21 April 2026 - 06:52 WIB

5040 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO BERSAMA-Ketua DPRD Demak, H. Zayinul Fata, SE (tengah baju putih) foto bersama Ketua panitia, Sunarto, Sekretaris panitia, M. Abdul Latif dan Panitia, saat acara. (Foto Ist)

FOTO BERSAMA-Ketua DPRD Demak, H. Zayinul Fata, SE (tengah baju putih) foto bersama Ketua panitia, Sunarto, Sekretaris panitia, M. Abdul Latif dan Panitia, saat acara. (Foto Ist)

DEMAK || Liga SSB U-17 “Sultan Fatah Cup” 2026 kembali digelar sebagai bagian dari upaya pembinaan sepak bola usia dini di Kabupaten Demak.

Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana strategis dalam mengembangkan bakat, meningkatkan persatuan, serta mengasah keterampilan individu maupun kerja sama tim bagi para pemain muda.

Melalui keterangannya, Selasa (21/4), Ketua panitia, Sunarto menegaskan bahwa, kompetisi ini memiliki peran penting dalam membentuk generasi atlet yang berkualitas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Melalui kompetisi ini, tim dapat mengukur kemampuan, meraih prestasi, serta membangun karakter pemain melalui nilai-nilai sportivitas,” ujarnya.

Senada dengan itu, Sekretaris panitia, M. Abdul Latif, menyampaikan bahwa, liga ini juga menjadi ajang mempererat persaudaraan antar Sekolah Sepak Bola (SSB) di wilayah Demak dan sekitarnya.

Menurutnya, semangat kebersamaan dan fair play menjadi fondasi utama dalam setiap pertandingan.

Lebih jauh, kehadiran “Sultan Fatah Cup” diharapkan mampu menjadi tolok ukur perkembangan kemampuan para pemain muda.

Tidak hanya dari sisi teknik, tetapi juga mental bertanding dan kedisiplinan.

Kompetisi seperti ini dinilai penting untuk mempersiapkan atlet menuju jenjang yang lebih tinggi, baik di tingkat regional maupun nasional.

Liga SSB U-17 “Sultan Fatah Cup” 2026 merupakan langkah positif dalam membangun ekosistem sepak bola yang sehat di daerah.

Namun, konsistensi dalam pembinaan pasca kompetisi menjadi kunci utama agar potensi pemain tidak berhenti hanya di turnamen semata.

Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan semua pihak, ajang ini berpotensi melahirkan bibit-bibit unggul yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter kuat, menjunjung tinggi sportivitas, dan mampu membawa nama baik daerah di masa depan. (Red).

Berita Terkait

Suporter Bekasi Raya Serukan Persatuan, Sportivitas dan Budaya Damai di Dunia Sepak Bola
Kepala Kanwil Agama Sulbar Segera Dilaporkan ke Kejaksaan Agung RI dan Inspektorat Kemenag RI Buntut Dugaan Mark Up Anggaran Tata Usaha Tahun 2025-2026, DPN PERMAHI Wahyullah Arif sebagai Pelapo
Lapas Kelas I Medan Hadirkan Layanan Administrasi Kependudukan bagi 604 WBP, Wujud Nyata Pelayanan Prima HBP ke-62
Anggota DPRD Dituntut 5,5 Tahun, FPR Desak KPK Tetapkan Aktor Intelektual sebagai Tersangka
Asisten Penasehat Khusus Presiden Bidang ESDM Hadiri Musdalub AKPERSI Sumsel 2026-2031
Semangat Kolaborasi: Polda Riau dan Pemprov Gelar Apel Satgas Anti Narkoba, IBU-IBU Panipahan Diangkat Jadi Duta
Kadisdukcapil Pekanbaru Terkesan Arogan: Ros Diblokir Tidak Bisa Masuk Ruang Pelayanan, Bunga Ditolak Karena Aturan Baju
Tertimpa Roll Kertas, Karyawan PT.Indah Kiat Pulp & Paper Perawang Meninggal Dunia

Berita Terbaru

lets-talk-mortgages.co.uk

Top Casinos EU A Comprehensive Guide to the Best EU Casinos

Selasa, 28 Jul 2026 - 16:58 WIB